Jumat, 09 Januari 2015

Congestion Control

Congestion

Kondisi yang terjadi akibat pemanggilan suatu layanan yang melebihi kapasitas yang dapat diterima sebuah jalur komunikasi data.

Tanda-tanda dari kongesti:
  • Kehilangan paket (buffer overflow pada router)
  • Delay besar / Long delay (antrian pada buffer router)

Penyebabnya:
  • Packet data yang disalurkan melebihi kapasitas.
  • Antrian yang terbatas.
  • Terjadi kebuntuan beberapa paket yang ditransmisikan.
Efek Congestion

  • Lambatnya proses transmisi data.
  • Adanya packet data yang dibuang
  • Penyebarkan congestion melalui jaringan
  • Adanya proses penyimpanan pada buffer yang berlebih sehingga dapat berdampak pada peralatan jaringan (hang/down)
  • Deadlock
Congestion Control

Metode yang digunakan untuk memantau proses mengatur jumlah data memasuki jaringan sehingga menjaga tingkat lalu lintas pada nilai yang dapat diterima.

Ada dua protokol lapisan transport di mana kontrol kongesti dilaksanakan:
  • Transmission Control Protocol
  • User Datagram Protocol
Pendekatan terhadap congestion control

End-system flow control
  • cara untuk menjaga agar sender tidak mengirimkan paket berlebih kepada receiver.
Network assisted congestion control
  • Router menyediakan umpan balik ke end system.
  • difokuskan untuk mengurangi kongesti pada jaringan, bukan pada receiver.
Network-based congestion avoidance
  • router mendeteksi kemungkinan terjadinya kongesti sehingga router memperkecil paket ang dikirimsebelum antrian menjadi penuh. 
Mekanisme Pengendalian

Congestion Control memiliki 2 (dua) mekanisme
pengendalian, yaitu :

Flow/congestion control di sumber pengirim data.
Active Queue Management (AQM) di router.
Ada dua kemungkinan mengatasi kelebihan beban dalam jaringan :
  • Panggilan yang baru di blok,
  • Menyesuaikan dengan situasi jaringan (membuat sumber- sumber baru atau dengan mengurangi perintah di dalamjaringan atau denganmengurangi tambahan servis).





Tidak ada komentar:

Posting Komentar