Blog Note
Mencari hal yang baru dalam ilmu IT serta mendalami sekaligus memahami untuk di pelajari. Dan juga menuangkan ide kreatif ke dalam sebuah catatan.
Selasa, 12 Mei 2015
Jumat, 09 Januari 2015
Metode Pengendalian Trafik dengan QoS
Metode QoS
Memutuskan suatu permasalahan dengan memilih salah satu solusi yang perlu di laksanakan terlebih dahulu.
2# FIFO (First In First Out)
Teknik antrian FIFO mengacu pada FCFS (First Come First Server), paket data yang pertama datang diproses terlebih dahulu.
4# Shape & Drop
- Prioritas
- FIFO (First In First Out)
- Scheduling / Penjadwala
- Shape & Drop
- Policy & Marking
Memutuskan suatu permasalahan dengan memilih salah satu solusi yang perlu di laksanakan terlebih dahulu.
2# FIFO (First In First Out)
Teknik antrian FIFO mengacu pada FCFS (First Come First Server), paket data yang pertama datang diproses terlebih dahulu.
3# Scheduling / Penjadwalan
Memiliki kemampuan membagi paket data ke dalam ukuran yang sama besar kemudian memasukkan ke dalam beberapa antrian.
Memiliki kemampuan membagi paket data ke dalam ukuran yang sama besar kemudian memasukkan ke dalam beberapa antrian.
- Jika trafik melebihi nilai yang sudah ditentukan (set) maka paket data akan di masukan ke dalam antrian sehingga trafik menurun secara perlahan, metode ini disebut pemotongan bandwidth
- Jika trafik terus menerus melebihi nilai set maka paket data akan dibuang (drop).
5# Policy & Marking
- Paket data yang akan memasuki antrian melalui klasifikasi yang sebelumnya disaring (filter) terlebih dahulu, agar setiap paket bisa ditentukan jenisnya, alamat IP, alamat PORT disebut marking (diberi tanda).
- Filtering digunakan untuk mengarahkan suatu paket agar ke tujuan yang benar, ke klasifikasi paket sesuai dengan arahalirannya, hal ini termasuk policy.
5# Policy & Marking Cont.
QoS (Quality of Service)
Keperluan User
Quality of Service (QoS)
Quality of Service (QoS) dapat menjadikan bandwidth, latency, dan jitter dapat diprediksi dan dicocokkan dengan kebutuhan aplikasi yang digunakan di dalam jaringan tersebut.
Gambaran QoS
Perbaikan yang dilakukan QoS
Parameter yang dilihat QoS
Ada beberapa parameter yang diperhatikan dalam membuat QoS:
Packet Loss
Menggambarkan kondisi yang menunjukkan
jumlah total paket yang hilang.
Mengurangi efisiensi jaringan secara keseluruhan meskipun jumlah bandwidth cukup tersedia untuk aplikasi-aplikasi tersebut.
Umumnya perangkat jaringan memiliki buffer untuk menampung data yang diterima.
MOS (Mean Opinion Score)
Kualitas sinyal yang diterima biasanya diukur secara subjektif dan objektif.
PDD (Post Dial Delay)
gambaran umum terhadap waktu yang dibutuhkan system saat dialing digit terakhir sampai mendapat audible
respon dari sentral yang menandakan terjadinya proses pembangunan saluran.
Penyebab Buruknya Kualitas Jaringan
Redaman, yaitu jatuhnya kuat sinyal karena pertambahan jarak pada media transmisi.
Distorsi, yaitu fenomena yang disebabkan bervariasinya kecepatan propagasi karena perbedaan bandwidth.
Noise, gangguan karena faktor lingkungan.
Echo, terjadi ketika sinyal yang dikirim oleh transmitter kembali (feedback) kepadanya.
Quality of Service (QoS)
- Quality of Service (QoS) adalah kemampuan suatu jaringan untuk menyediakan layanan yang baik dengan menyediakan bandwith, mengatasi jitter dan delay.
- QoS didesain untuk membantu end user (client) menjadi lebih produktif dengan memastikan bahwa user mendapatkan performansi yang handal dari aplikasiaplikasi berbasis jaringan.
Quality of Service (QoS) dapat menjadikan bandwidth, latency, dan jitter dapat diprediksi dan dicocokkan dengan kebutuhan aplikasi yang digunakan di dalam jaringan tersebut.
Gambaran QoS
Perbaikan yang dilakukan QoS
Parameter yang dilihat QoS
Ada beberapa parameter yang diperhatikan dalam membuat QoS:
- Throughput
- Packet Loss
- Latency
- Jitter
- MOS (Mean Opinion Score)
- PDD (Post Dial Delay)
- Troughput merupakan jumlah total kedatangan paket yang sukses, diamati pada destination selama interval waktu tertentu dibagi oleh durasi interval waktu tersebut.
- kecepatan (rate) transfer data efektif diukur dalam satuan bps (bit per second).
Packet Loss
Menggambarkan kondisi yang menunjukkan
jumlah total paket yang hilang.
Mengurangi efisiensi jaringan secara keseluruhan meskipun jumlah bandwidth cukup tersedia untuk aplikasi-aplikasi tersebut.
Umumnya perangkat jaringan memiliki buffer untuk menampung data yang diterima.
- Jika terjadi kongesti yang cukup lama, buffer akan penuh, dan data baru tidak akan diterima.
Latency (Delay)
- Waktu yang dibutuhkan data untuk menempuh jarak dari asal ke tujuan.
- Delay dapat dipengaruhi oleh jarak, media fisik, kongesti atau juga waktu proses yang lama.
Jitterperbedaan waktu antara DESTINATION dengan SOURCE.
- hal ini diakibatkan oleh variasi-variasi dalam panjang antrian, dalam waktu pengolahan data, dan juga dalam waktu penghimpunan ulang paket-paket di akhir perjalanan.
MOS (Mean Opinion Score)
Kualitas sinyal yang diterima biasanya diukur secara subjektif dan objektif.
PDD (Post Dial Delay)
gambaran umum terhadap waktu yang dibutuhkan system saat dialing digit terakhir sampai mendapat audible
respon dari sentral yang menandakan terjadinya proses pembangunan saluran.
Penyebab Buruknya Kualitas Jaringan
Redaman, yaitu jatuhnya kuat sinyal karena pertambahan jarak pada media transmisi.
Distorsi, yaitu fenomena yang disebabkan bervariasinya kecepatan propagasi karena perbedaan bandwidth.
Noise, gangguan karena faktor lingkungan.
- Thermal Noise (suhu)
- Intermodulation noise (ketidaklinieran komponen)
- Impulse noise (amplitude terlalu tinggi)
Echo, terjadi ketika sinyal yang dikirim oleh transmitter kembali (feedback) kepadanya.
Congestion Control
Congestion
Kondisi yang terjadi akibat pemanggilan suatu layanan yang melebihi kapasitas yang dapat diterima sebuah jalur komunikasi data.
Tanda-tanda dari kongesti:
Penyebabnya:
Metode yang digunakan untuk memantau proses mengatur jumlah data memasuki jaringan sehingga menjaga tingkat lalu lintas pada nilai yang dapat diterima.
Ada dua protokol lapisan transport di mana kontrol kongesti dilaksanakan:
End-system flow control
Congestion Control memiliki 2 (dua) mekanisme
pengendalian, yaitu :
Flow/congestion control di sumber pengirim data.
Active Queue Management (AQM) di router.
Ada dua kemungkinan mengatasi kelebihan beban dalam jaringan :
Kondisi yang terjadi akibat pemanggilan suatu layanan yang melebihi kapasitas yang dapat diterima sebuah jalur komunikasi data.
Tanda-tanda dari kongesti:
- Kehilangan paket (buffer overflow pada router)
- Delay besar / Long delay (antrian pada buffer router)
Penyebabnya:
- Packet data yang disalurkan melebihi kapasitas.
- Antrian yang terbatas.
- Terjadi kebuntuan beberapa paket yang ditransmisikan.
- Lambatnya proses transmisi data.
- Adanya packet data yang dibuang
- Penyebarkan congestion melalui jaringan
- Adanya proses penyimpanan pada buffer yang berlebih sehingga dapat berdampak pada peralatan jaringan (hang/down)
- Deadlock
Metode yang digunakan untuk memantau proses mengatur jumlah data memasuki jaringan sehingga menjaga tingkat lalu lintas pada nilai yang dapat diterima.
Ada dua protokol lapisan transport di mana kontrol kongesti dilaksanakan:
- Transmission Control Protocol
- User Datagram Protocol
End-system flow control
- cara untuk menjaga agar sender tidak mengirimkan paket berlebih kepada receiver.
- Router menyediakan umpan balik ke end system.
- difokuskan untuk mengurangi kongesti pada jaringan, bukan pada receiver.
- router mendeteksi kemungkinan terjadinya kongesti sehingga router memperkecil paket ang dikirimsebelum antrian menjadi penuh.
Congestion Control memiliki 2 (dua) mekanisme
pengendalian, yaitu :
Flow/congestion control di sumber pengirim data.
Active Queue Management (AQM) di router.
Ada dua kemungkinan mengatasi kelebihan beban dalam jaringan :
- Panggilan yang baru di blok,
- Menyesuaikan dengan situasi jaringan (membuat sumber- sumber baru atau dengan mengurangi perintah di dalamjaringan atau denganmengurangi tambahan servis).
Jenis Koneksi
Terdapat 2 jenis Koneksi, yaitu :
- Connection Oriented
- Connection Connectionless
- Connection Oriented adalah jalur komunikasi permanen (dedicated) secara fisik dibangun (set-up) antara 2 endterminal terlebih dahulu sebelum informasi dikirimkan.
Peristiwa ini biasanya terjadi pada jaringan circuit switch.
- Masing-masing paket akan dikirimkan ke jaringan secara independen (tidak tergantung pada rute paket sebelum atau sesudahnya).
- Paket yang berbeda dari pesan yang sama dapat melalui rute yang berbeda, istilah ini dinamakan Connectionless.
- Peristiwa ini biasanya terjadi pada pada jaringan packet switch seperti TCP/IP, Frame Relay, ATM, dsb.
Trafic Manajemen (Quality of Service & Congestion Control)
Definisi Traffic Management
Traffic Map
Contoh.
Suatu jaringan dapat dikatakan traffiknya padat atau tinggi, apabila banyak host yang melakukan koneksi ke server didalam jaringan tersebut.
Jika trafik padat, hal yang bisa terjadi :
Fungsi pengawasan terhadap unjuk kerja jaringan dan pengambilan tindakan untuk mengendalikan aliran trafik agar diperoleh kapasitas jaringan dengan pengoperasian yang maksimum. [CCITT]
Upaya koordinasi dan distribusi sumber daya (resource) untuk melakukan rencana, analisa, evaluasi, desain, administrasi, dan pengembangan jaringan sehingga diperoleh kualitas layanan yang baik dan kapasitas yang optimal. [Kornel Terplan]
Traffic Management
Latency - jumlah waktu yang diperlukan data untuk berpindah dalamsuatu jaringan.
Jitter - perbedaan waktu antara DESTINATION dengan SOURCE.
Traffic Management Cont.
Menurut pengertian tradisional, meliputi:
Traffic Map
Contoh.
Suatu jaringan dapat dikatakan traffiknya padat atau tinggi, apabila banyak host yang melakukan koneksi ke server didalam jaringan tersebut.
Jika trafik padat, hal yang bisa terjadi :
- Koneksi lambat.
- Koneksi terputus.
- Kerusakan pada perangkat jaringan.
Fungsi pengawasan terhadap unjuk kerja jaringan dan pengambilan tindakan untuk mengendalikan aliran trafik agar diperoleh kapasitas jaringan dengan pengoperasian yang maksimum. [CCITT]
Upaya koordinasi dan distribusi sumber daya (resource) untuk melakukan rencana, analisa, evaluasi, desain, administrasi, dan pengembangan jaringan sehingga diperoleh kualitas layanan yang baik dan kapasitas yang optimal. [Kornel Terplan]
Traffic Management
- Manajemen lalu lintas jaringan adalah sebuah pekerjaan untuk memelihara seluruh sumber
jaringan dalam keadaan baik.
- Sebagai contoh, komunikasi suara (seperti VoIP/IP Telephony) serta video streaming dapat membuat
pengguna frustrasi ketika paket data aplikasi tersebut dialirkan di atas jaringan dengan bandwidth yang tidak cukup, dengan latency yang tidak dapat diprediksi, atau jitter yang berlebih.
Latency - jumlah waktu yang diperlukan data untuk berpindah dalamsuatu jaringan.
Jitter - perbedaan waktu antara DESTINATION dengan SOURCE.
Traffic Management Cont.
Menurut pengertian tradisional, meliputi:
- Masalah kemacetan (kongesti)
- Beban berlebih (overload)
- Proses Routing
- Proses pemeliharaan
- Proses perencanaan
- Proses administrasi
- Proses pengembangan Jaringan
Kamis, 08 Januari 2015
TCP IP V6
KONSEP IP ADRESS
001011110011101100000010101010100000000011111111
IP V4 (32bit)
- Terbagi menjadi 4 oktet (masing-masing 8 bit)
- Menggunakan notasi desimal
IP V6 (64bit)
- Terbagi menjadi 8 oktet (masing-masing 4 bit)
- Menggunakan notasi hexa desimal
- Panjang Totalnya adalah 128-bit dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 2^128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia
JIka di IPv4 terdapat dynamic adress, maka dalam IP v6, konfigurasi alamat dengan DHCP server dinamakan dengan stateful adress configuration
JIka di IPv4 ada static adress, konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP dinamakan dengan stateless address configuration
IP PACKET STRUCTURE
- Dalam IPv6, alamat 128-bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversi ke dalam bilangan hexadesimal berukuran 4-digit.
- Setiap bilangan hexa desimal, dipisahkan dengan tanda titik dua (:)
- Karenanya, format notasi yang igunakan oleh IPv6 juga sering i sebut dengan calon-hexadecimal format.
001011110011101100000010101010100000000011111111
11111110001010001001110001011010
Untuk menerjemahkan ke dalam bentuk notasi calon-hexadecimal format, angka biner tersebut dibagi ke dalam 8 buah blok berukuran 16-bit:
0010000111011010 0000000011010011
0010000111011010 0000000011010011
0000000000000000 0010111100111011
0000001010101010 0000000011111111
1111111000101000 1001110001011010
0000001010101010 0000000011111111
1111111000101000 1001110001011010
Langganan:
Komentar (Atom)















