Kamis, 09 Oktober 2014

Protocol Routing

  • Routing Protocol maksudnya adalah protocol untuk me-routing.
  • Routing protocol digunakan oleh router-router untuk memelihara /meng-update isi dari tabel routing untuk menentukan jalur (path) yang dilalui oleh sebuah paket melalui sebuah internetwork.
  • Contoh dari routing protocol adalah RIP, IGRP, EIGRP, dan OSPF.

RIP (Routing Information Protocol)
  • RIP menggunakan jumlah lompatan (hop count) untuk menentukan cara terbaik ke sebuah network remote, yaitu jumlah router yang harus dilalui oleh paket-paket untuk mencapai alamat tujuannya.
  • Hop count RIP hanya dibatasi sampai 15 hop, selebihnya router akan memberikan pesan error destination is unreachable.

Keterbatasan RIP:
  • Metric: RIP menghitung routing terbaik berdasarkan hop count, padahal belum tentu hop count yang rendah menggunakan protokol LAN yang bagus dan bisa saja RIP memilih jalur jaringan yang lambat.
  • RIP hanya dapat mengatur hingga hop count 15, selebihnya paket akan dibuang (untuk mencegah loop pada jaringan).
  • RIP tidak dapat mengatur classless routing, hanya menggunakan classful routing (/8, /16, /24).
EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)
  • EIGRP merupakan routing protocol termasuk Cisco proprietarty yang berarti hanya bisa digunakan sesama router cisco saja (pengembangan dari IGRP-Interior Gateway Routing Protocol)
  • disebut juga sebagai hybrid-distance-vector routing protocol karena EIGRP menggunakan dua tipe routing protocol yaitu Distance Vector dan Link State.
Kelebihan EIGRP:
  • Protokol yang menggunakan fitur route backup. EIGRP menyimpan backup terbaik setiap route-nya sehinga jika terjadi kegagalan di jalur utama maka EIGRP akan menawarkan jalur alternatif tanpa menunggu waktu convergence.
  • Mudah dikonfigurasi seperti RIP.
  • EIGRP merupakan satu-satunya protocol yang dapat melakukan unequal load balancing.
  • Mendukung multiple protocol network (IP, IPX dan lain-lain).
OSPF (Open Shortest Path First)
  • Sebuah protocol standar terbuka yang telah diimplementasikan oleh sejumlah vendor jaringan.
  • OSPF bekerja dengan algoritma Dijkstra.
  • Pertama sebuah pohon jalur terpendek (shortest path tree) akan dibangun,
  • Kemudian routing table akan diisi dengan jalur-jalur terbaik yang dihasilkan dari pohon tersebut.
  • OSPF merupakan routing protocol berjenis IGP (Interior Gateway routing Protocol) yang hanya dapat bekerja dalam jaringan internal suatu organisasi atau perusahaan.
Kelebihan OSPF :
  • Merupakan routing protocol standar terbuka
  • Mendukung VLSM dan CIDR
  • Dapat membentuk heirarki routing menggunakan konsep area
  • Tidak mempunyai batasan hop
  • Metric ditentukan berdasarkan bandwidht (defaultnya=/bandwidth)
  • Jika terjadi perubahan pada internetwork hanya akan dikirim partial update. Full update akan dikirim pada interval waktu 30 menit (defaultnya)
  • Waktu yang diperlukan untuk konvergen lebih cepat dan cocok digunakan dalam jaringan besar.

JENIS ROUTING

Terdapat 2 jenis Routing, yaitu :

  • static routing (routing statis): sebuah router yang memiliki tabel routing statik yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan.
  • dynamic routing (routing dinamis): sebuah router yang memiliki dan membuat tabel routing secara otomatis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan antara router lainnya.

Static Routing

  • Rute yang dipelajari oleh router ketika seorang administrator membentuk rute secara manual.
  • Administrator harus memperbarui atau mengupdate rute statik ini secara manual ketika terjadi perubahan topologi antar jaringan (internetwork).
 Dynamic Routing

  • Rute yang dipelajari oleh router setelah seorang administrator mengkonfigurasi sebuah protokol routing yang membantu menentukan rute.
  • Sekali seorang administrator jaringan mengaktifkan rute Dinamik, maka rute akan diketahui dan diupdate secara otomatis oleh sebuah proses routing ketika terjadi perubahan topologi jaringan yang diterima dari “internetwork”.

 


Tabel Routing

  • Tabel Routing adalah sebuah tabel yang berisi tentang informasi darimana sumber, tujuan, dan lewat mana sebuah paket akan dikirimkan.
  • Tabel routing berisi informasi :
  1. Alamat Network Tujuan.
  2. Interface Router yang terdekat dengan network tujuan.
  3. Metric, yaitu sebuah nilai yang menunjukkan jarak untuk mencapai network tujuan, menggunakan teknik berdasarkan jumlah lompatan (Hop Count).